Perkembangan Pariwisata Sulbar September 2019 Meningkat 1,51 Poin

0
BPS Rilis Perkembangan nilai tukar petani Sulbar

Sulbar-Perkembangan Pariwisata Sulbar September 2019, TPK Hotel Bintang 48,62 persen. Tingkat penghunian kamar (TPK) Hotel Bintang di Sulawesi Barat periode September 2019 sebesar 48,62 persen. TPK tersebut mengalami peningkatan 1,51 poin dibandingkan dengan periode Agustus 2019 yang tercatat sebesar 47,11persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel bintang periode September 2019 sebesar 1 hari atau turun 9,21 hari, jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 sebesar 10,21 hari.

Perkembangan tingkat penggunaan sarana akomodasi di Sulawesi Barat periode bulan September 2019 dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti tingkat penghunian kamar hotel, rata-rata lama menginap, dan rata-rata tamu per kamar.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang

Tingkat penghunian kamar (Room Occupancy Rate) adalah perbandingan antara banyaknya malam kamar yang dihuni (Room night occupied) dengan banyaknya malam kamar yang tersedia (room night available). TPK mengindikasika berapa persentase kamar yang terpakai dibandingkan dengan kamar yang tersedia.

TPK pada hotel bintang selamat periode september 2019 sebesar 48,62. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 1,51 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2019 yang sebesar 47,11 persen. Hal yang sama jika dibandingkan dengan TPK periode September tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 41,57, artinya terjadi peningkatan sebesar 7,05 poin.

Sementara itu, TPK pada hotel non bintang atau akomodasi lainnya selama periode september 2019 sebesar 18,48 persen atau turun sebesar 0,38 poin jika dibandingkan dengan periode agustus 2019 yang tercatat sebesar 18,85 persen. Hal yang sama apabila dibandingkan dengan TPK bulan September 2018 yang tercatat sebesar 25,87 persen, artinya terjadi penurunan sebesar 7,32 poin.

Rata-rata lama menginap

Rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel bintang di sulbar periode september 2019 sebesar 1 hari atau turun 9,21 hari jika dibandingkan periode agustus 2019 yang tercatat sebesar 10,21 hari. Hari yang sama koma jika dibandingkan dengan september tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2,88 hari, artinya rata-rata lama tamu asing menginap di hotel bintang turun sebesar 1,88 hari.

Tamu nusantara yang menginap pada hotel bintang di sulawesi barat pada bulan september 2019 tercatat 1,66 hari atau mengalami penurunan sebesar 0,50 hari jika dibandingkan dengan periode agustus 2019 yang tercatat sebesar 2,17 hari. Hal yang sama, jika dibandingkan dengan pulang yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,84 hari, menunjukkan penurunan sebesar 0,18 hari.

Tamu asing yang menginap pada hotel non bintang/komodasi lainnya di sulbar pada september 2019 tercatat 0 hari atau tidak ada tamu asing yang menginap selama september,  hal ini menunjukkan tidak ada perubahan dibandingkan dengan periode agustus 2019 dan tercatat sebesar 0 hari. Jika dibandingkan dengan sep tahun sebelumnya, maka tercatat mengalami penurunan sebesar 1 hari, di mana rata-rata menginap tamu hasyim pada akomodasi lainnya pada september 2018 tercatat sebesar 1 hari.

Tamu nusantara yang menginap pada hotel nom bintang atau akomodasi lainnya di sulbar periode september 2019 sebesar 1,20 hari, tercatat mengalami penurunan sebesar 0,41 hari jika dibandingkan dengan periode agustus 2019 yang tercatat sebesar 1,62 hari. Jika dibandingkan dengan periode september 2018 tercatat sebesar 1,42 hari, maka terjadi penurunan sebesar 0,22 hari.

Rata-rata tamu per kamar (GPR)

Rata-rata tamu per kamar atau Guest Per Room (GPR) ialah perbandingan antara banyaknya malam tamu atau malam tempat tidur dengan banyaknya malam kamar yang dihuni atau GPR (Guest Per Room) menggambarkan banyaknya tamu yang menghuni satu kamar yang terjual. GPR pada hotel bintang di sulbar periode september 2019 sebesar 2,06 orang. Jika dibandingkan dengan agustus 2019 sebesar 2,03 orang, artinya terjadi peningkatan sebesar 0,02 orang. Jika dibandingkan dengan bulan september tahun 2018, di mana saat itu tercatat sebesar 1,73 orang artinya mengalami peningkatan sebesar 0,33 orang.

Sementara itu, rata-rata GPR pada akomodasi lainnya periode september 2019 sebesar 1,69 oran. Hal ini menunjukkan penjukkan penurunan sebesar 0,58 orang, dimana GPR pada Agustus 2019 tercatat sebesar 2,26 orang. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,26 orang artinya mengalami peningkatan sebesar 0,43 orang.

Tingkat penghunian kamar (TPK) secara total di Sulbar pada bulan September 2019 sebesar 32,28 persen, tertinggi terdapat pada Kabupaten Mamuju dengan TPK sebesar 50,48 persen, diikuti Kabupaten Polewali Mandar sebesar 22,35 persen, kemudian Kabupaten Pasangkayu sebesar 17,14 persen, Kabupaten Mamasa 14,65 persen, dan Kabupaten Majene sebesar 12,32 persen.

Rata-rata tamu per kamar atau Guest per Room (GPR) pada September 2019 di Sulbar sebesar 1,94 orang. GPR tertinggi terdapat di kabupaten Pasangkayu sebesar 2,02 orang, diikuti Kabupaten Mamuju sebesar 2,01 orang, Kabupaten Polewali Mandar sebesar 1,75 orang, Kabupaten Majene sebesar 1,74 orang dan kabupaten Mamasa sebesar 1,69 orang. (S7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here