Tuntut Penerapan UKT Mahasiswa Pare-pare Geruduk Rektorat IAIN Pare-pare.

0
Mahasiswa IAIN Pare-pare menuntut penerapan UKT
Pare-pare-Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa IAIN Parepare kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Rektorat IAIN Parepare, Kamis (21/11/2019).
Aksi ini merupakan aksi lanjutan setelah tuntutan mereka tidak diakomodir oleh pihak birokrasi kampus pada Selasa 12 November lalu.
Dalam aksi kedua ini, mahasiswa IAIN Parepare kembali turun berunjukrasa dengan membawa satu tuntutan yang sama yakni penerapan dan pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai dengan aturan yang semestinya dan sebenar-benarnya.
Tuntutan massa aksi berdasarkan dengan Peraturan menteri agama RI No 7 tahun 2018 tentang standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi, pada perguruan tinggi keagamaan. Bab 3 Pasal 8 Ayat 2,3,4 dan 5, dan Keputusan mentri agama RI No 211 tahun 2018 tentang UKT pada perguruan tinggi keagamaan negeri di kementrian agama tahun akademik 2018-2019 dalam Diktum 2,3 dan 4, serta keputusan mentri agama No 151 tahun 2019-2020 tentang UKT pada perguruan tinggi keagamaan negeri di kementrian agama tahun akademik 2019-2020 dalam diktum 1,2,3,4,5 dan 6.
Massa membakar ban bekas sebagai aksi protes
Jafar selaku jendral lapangan dalam orasinya berteriak lantang, bahwa IAIN Parepare pada hari ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Regulasi UKT yang hadir untuk membantu dan meringankan biaya pendidikan mahasiswa telah dikebiri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
“UKT seharusnya mampu meringankan biaya pendidikan mahasiswa, sehingga semua lapisan masyarakat mampu mengenyam pendidikan secara layak, bukan malah sebaliknya. Namun karena regulasi UKT telah diobok-obok oleh pihak birokrasi kampus. sehingga pada hari ini telah kita saksikan bersama bahwa ada beberapa saudara kita yang harus meninggalkan kampus akibat biaya SPP sangat Mencekik, lalu siapa yang harus bertanggungjawab atas insiden ini,” tegas Jafar
Menurut Jafar, dalam aturan yang menjadi landasan UKT, secara gamblang dijelaskan bahwa UKT ditetapkan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, dan orang tua mahasiswa, serta pihak lain yg membiayainya.
Lebih jauh Jafar mejelaskan, bahwa dalam perguruan tinggi keagamaan negeri yang bersatatus Institute dibagi dalam 5 kelas atau kelompok Pembayaran UKT, namun itu tidak kita temukan di IAIN Parepare.
“Semua dipukul rata, baik mereka yang perekonomiannya rendah, sedang dan tinggi semua di samakan pada pembayaran UKT Level 4 dan 5, sehingga yang terjadi adalah hanya mereka yang memiliki perekonomian diatas rata-rata yang berhak mengenyam pendidikan di Kampus IAIN Parepare,”paparnya
Ditambahkannya, bahwa ketika UKT tidak diberlakukan sebagai mana adanya dan sebagamana mestinya maka sudah bisa kita pastikan bahwa akan bertambah lagi tumbal dari penerapan UKT yang Keliru.” Ungkap Jafar
Sementara pihak birokrasi saat menemui massa aksi dalam hal ini Wakil Rektor 1,2 dan 3 tidak bisa memberikan jawaban dan keputusan terkait regulasi UKT sesuai dengan tuntutan Mahasiswa. Pihak birokrasi hanya menyampaikan akan membawa tuntutan Mahasiswa tersebut kedalam rapat Pimpinan.(Rahman Dirga/SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here