BAN S/M Beberkan Kebobrokan Pendidikan di Sulbar

0

MAMUJU – Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN S/M) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat koordinasi daerah dan publikasi hasil akreditasi 2019.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Mamuju, Senin (25/11/2019).

Ketua BAN S/M Sulbar, Amran HB membeberkan sejumlah kebobrokan dunia pendidikan di provinsi ke-33 ini.

“Banyak yang rancu di sekolah-sekolah, dari manipulasi data hingga penggunaan anggaran yang tidak tepat,” tegas Amran.

Menurutnya, ada sekolah yang mendaftarkan jumlah siswanya tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

“Biasa hanya 20 anak, didaftar jadi 60. Ini tujuannya hanya untuk memancing dana BOS, ya ekonomi,” kesalnya.

Ada juga yang membuka sekolah kejuruan, namun terkesan dipaksakan. Amran mencontohkan sekolah kejuruan perbengkelan yang setelah divisitasi, ternyata tidak punya alat bengkel.

Selain itu, pihaknya juga pernah dipanggil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mempertanyakan realisasi anggaran pendidikan.

Kata Amran, pihak BPK merasa heran, anggaran pendidikan Sulbar mencapai sekira Rp 500 miliar, namun perkembangan pendidikan tidak berbanding lurus.

Amran bahkan berani menyebut, salah satu wilayah yang paling bobrok sekolahnya ada di Mamasa.

“Banyak yang hancur di atas (Mamasa),” ungkapnya.

Sekadar diketahui, dari 800 sekolah dan madrasah yang divisitasi pihak BAN tahun ini, hanya sekira hanya 54 sekolah yang terakreditasi A.

Selebihnya masuk kategori akreditasi B dan C.

Mirisnya lagi, sekolah terakreditasi A ini persentasenya turun menjadi 6,7 persen.

Amran HB menyayangkan sejumlah kepala dinas pendidikan yang tidak hadir dalam rapat tersebut. Terhitung hanya Kadis Pendidikan Provinsi Sulbar dan Kadis Pendidikan Majene yang hadir.

Amran menilai, penyelenggara pendidikan tidak peduli dengan masalah yang ada. (TN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here