FMM: Ritual Masossor Manurung Berjalan Sakral, Tamu Terkesima

0

MAMUJU – Menjadi salah satu agenda utama dalam gelaran Festival Maradika Mamuju (FMM), Masossor Manurung telah dikemas baik dan sakral, serta cukup sukses di mata Maradika Mamuju, H.Andi Maksum Dai.

Putra Raja Djalaluddin Ammana Indah itu mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan pencucian pusaka “Manurung”.

Terlebih lagi, ritual yang digelar di pelataran Rumah Adat Mamuju tersebut, disaksikan 93 kerajaan se-Nusantara.

“Banyak raja sampaikan ke saya bahwa ini sudah sangat baik, jadi tentu kita bersyukur kalau semua merasa begitu,” kata Pue Andi Maksum Dai.

Jalannya prosesi pencucian pusaka yang diyakini adalah kembaran dari Raja pertama Mamuju bernama Lasalaga tersebut, semakin hikmad dengan prosesi adat dari Kerajaan Bali yang memberikan nuansa etnik yang begitu kental.

Nampak jelas Kerajaan Bali dan Mamuju memiliki ikatan pertautan kuat, dalam gelaran Masossor Manurung.

Terlepas dari itu, Bupati Mamuju H.Habsi Wahid mengatakan, kegiatan Festival Maradika Mamuju merupakan kegiatan yang pertamakali dilaksankan di Mamuju dengan skala Nasional.

Kegiatan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mamuju.

Ningrat dari kerajaan Tapalang ini juga berharap agar FMM dapat menjadi media pemersatu terdapat semua kerajaan dan keraton senusantara, serta menjadi sarana promosi terhadap kekayaan budaya dari masing-masing daerah.

Adapun kegiatan selanjutnya yang telah di agendakan dalam FMM usai Masossor Manurung di hari yang sama akan dilanjutkan karnafal budaya dan Mamuju fashion karnafal pembukaan pameran pasar budaya, dan esok harinya akan dilakukan Visit Karampuang.

(Hms/HARLY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here