Dinkes Mamuju Temukan 13 Kasus DBD

1
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah (Foto: Ist)

MAMUJU – Hingga minggu kedua Januari 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju menemukan 13 kasus demam berdarah dengue (DBD).

“Untuk data Januari ini, kita temukan 13 kasus positif DBD,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mamuju, Alamsyah Thamrin, Selasa (14/1/2020).

Data tersebut diambil dari tiga rumah sakit, yakni RSUD Mamuju sebanyak 6 kasus, RS Mitra 5 kasus dan RS Regional 2 kasus DBD.

Alamsyah menjelaskan, angka itu belum termasuk kategori suspek DBD. “Kalau yang suspek itu kita tidak data, pasti banyak,” sambungnya.

Untuk mengantisipasi meningkatnya penderita DBD, pihaknya sudah melakukan tindakan pengasapan atau fogging di sejumlah titik dalam kota Mamuju. Alamsyah mengaku telah menyasar wilayah luar kota, seperti Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku dan akan segera fogging di Desa Topore—Kecamatan Papalang.

Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinkes Mamuju sudah menyediakan obat Larvasida temephos yang berguna membunuh telur dan jentik nyamuk. Obat ini dikenal dengan sebutan Cairan Abate.

Namun begitu, Alamsyah tetap berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, nyamuk sangat suka bersarang di tempat tidak bersih.

“Jadi apapun upaya kami kalau tidak ada kesadaran masyarakat, semuanya sia-sia. Masyarakat harus terlibat dalam menekan kasus DBD!” tegasnya.

Ia juga memerintahkan seluruh Puskesmas rutin mengadakan penyuluhan, cara menjaga kebersihan lingkungan.

Meski sudah mencapai 13 kasus, Alamsyah mengklaim hal ini belum masuk kejadian luar biasa (KLB).

“Belum lah (KLB), masih bisa kita tangani,” singkatnya.

Sekadar diketahui, DBD tahun 2019 mencapai 316 kasus. Alamsyah menjelaskan, peningkatan kasus DBD sering terjadi di akhir tahun.

(HARLY)

 

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here