Tiga Prioritas Dinkes Mamuju 2020, Salah Satunya Stunting

0
dr. Firmon

MAMUJU – Tahun 2020 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju mencanangkan tiga program kerja prioritas, yakni pengentasan Stunting, kasus kematian ibu dan anak, serta pencegahan penyakit menular.

Kepala Dinkes, dr. Firmon menjelaskan, tiga program itu jadi prioritas berdasarkan hasil pemetaan permasalahan kesehatan di Mamuju.

Firmon menitikberatkan pada Stunting. Menurutnya, Mamuju merupakan daerah dengan kasus tertinggi kedua setelah Majene di Provinsi Sulawesi Barat.

Data tahun 2019 menunjukkan penderita Stunting di Mamuju mencapai 230 kasus. Rata-rata penderita berasal dari wilayah pelosok, seperti Desa Kopeang—Bela’, Kecamatan Tapalang.

Menurut Firmon, Stunting disebabkan beberapa faktor, seperti kurangnya pemahan masyarakat soal keseimbangan gizi dan jauhnya akses pelayanan kesehatan.

Untuk itu pihaknya tetap melakukan penyuluhan dan memberi makanan tambahan.

“Kita juga sudah melakukan MoU dengan Perempuan Esia. Mereka akan melakukan penyuluhan ke masyarakat untuk merubah mindset soal keseimbangan gizi,” ujar dr. Firmon, Selasa (14/1/2020).

Stunting, lanjutnya, merupakan penyakit kronis yang pencegahannya membutuhkan proses panjang. Menurut Firmon, hasilnya bisa diketahui setelah 5 tahun kemudian.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dinas kesehatan hanya memegang 30 persen peranan dalam “perang” melawan Stunting. 70 persen diantaranya merupakan tugas sejumlah stake holder.

“Ada tujuh stake holder yang berperan dalam pengentasan Stunting, diantaranya PU, Ketapang, termasuk juga dana desa itu,” imbuh Firmon.

Mantan Kepala Inspektorat Mamuju itu juga menyinggung soal kasus kematian ibu dan anak. Katanya, tahun 2019 lalu statistik menunjukkan kematian ibu dan anak 3 berbanding 1.000 kelahiran.

“Perbandingannya ini ada tiga kasus kematian setiap 1.000 kelahiran,” sambungnya.

Selain maksimalisasi pelayanan kesehatan kepada ibu hamil,  pihaknya juga telah menyiapkan rumah tunggu kelahiran bagi masyarakat yang berdomisili jauh dari fasilitas kesehatan.

(HARLY)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here