Program Marasa Dimonopoli Mamasa, Bukti Gubernur Tidak “Polmanisasi”

0

Muh. Jaun

MAMUJU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) tahun ini mengalokasikan program Mandiri, Sehat dan Cerdas (Marasa) ke 190 desa.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulbar, Muh Jaun, anggaran program Marasa tahun 2020 sebesar Rp38 miliar yang dibagi Rp200 juta per-desa.

Dari 190 desa Marasa, Kabupaten Mamasa mendapat alokasi terbanyak dengan jumlah 54 desa.

Sementara Kabupaten Polman hanya mendapat jatah 38 desa dan sisanya tersebar di beberapa kabupaten.

“Mamasa terbanyak (program Marasa), ada 54 desa. Ini sekaligus menepis isu, kalau ada program pasti larinya ke Polman,” ujar Jaun di Mamuju, belum lama ini.

Dirinya menegaskan, wilayah pemerintahan Pemprov Sulbar bukan hanya di Kabupaten Polman.

Hal itu pun, kata Jaun, dipahami oleh Gubernur Ali Baal Masdar.

Lebih jauh, ia menjelaskan, penetapan desa penerima program Marasa dilakukan berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM), dengan nilai terendah atau kategori desa tertinggal dan sangat tertinggal.

”Kita tetapkan sebagai penerima adalah desa yang betul-betul tertinggal berdasarkan data IDM,” terangnya.

Sasaran program Marasa adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Muh. Jaun berharap, program unggulan Gubernur Sulbar tersebut mampu dikelola baik pemerintah desa, demi terwujudnya pemerataan pembangunan.

HARLY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here