Kejati Sulbar Tutup Kasus Irigasi Tommo

0
Irigasi Tommo yang sempat menuai sorotan warga

MAMUJU – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar) akhirnya menutup kasus penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi Tommo, Kabupaten Mamuju – Sulbar.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Sulbar, Darmawel Aswar melalui Kasi Penkum, Amir, Rabu (18/3/2020).

Menurut Amir, dalam proses penyelidikan, tidak ditemukan penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Irigasi tersebut sebelumnya memang terlihat terbengkalai. Alasannya, ada 12 titik pekerjaan tahun 2010 hingga 2015 yang sempat mengalami perbaikan sehingga seluruh akses di sekitar proyek ditutup.

Pihak jaksa sempat mengambil keterangan dari warga sekitar, terkait kondisi irigasi.

“Karena wilayahnya memang bergambut jadi cepat tumbuh rumput, makanya kelihatan terbengkalai. Padahal alasannya karena ada 12 titik itu dalam perbaikan,” terang Kasi Penkum Kejati Sulbar.

Meski penyelidikan telah ditutup, Amir mengisyaratkan kemungkinan kasus kembali dibuka, jika dikemudian hari ditemukan indikasi pelanggaran pada proyek irigasi Tommo.

Kejati Sulbar memastikan, proyek milik Balai Wilayah Sungai Sulawesi III tersebut akan berfungsi secara maksimal tahun 2020 ini.

Sebelumnya diberitakan, irigasi Tommo kembali menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, sudah sekira 10 tahun pembangunannya, proyek tersebut belum juga rampung.

Masyarakat pun mengeluhkan asas manfaat dari proyek pemerintah pusat itu.

“Sudah lama bendungan ini dibangun, belum jadi-jadi. Ini ada apa?” heran warga Tommo yang enggan diungkap identitasnya itu.

Ia menduga ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Anehnya, bendungan Tommo kembali dianggarkan di tahun 2020.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Agus, alokasi anggaran untuk 2020 lebih Rp 10 miliar.

Ia mengakui pembangunan tersebut sudah menelan anggaran ratusan miliar. Namun, lambannya realisasi karena dipengaruhi tekstur tanah lokasi.

“Jadi itu tanahnya selalu menurun, jaringan airnya jadi goyang. Ini yang selalu kita benahi,” kilahnya.

Ia mengklaim tahun 2019 pembangunan bendungan Tommo sudah 80 persen dan akan rampung tahun 2020.

Sekadar diketahui, proyek bendungan Tommo saat ini dikerjakan oleh PT. Arya Perkasa Utama.

Mantan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh juga pernah menyorot pembangunan bendungan Tommo tersebut.

Dikutip dari antaranews.com , Anwar Adnan Saleh mengaku telah melaporkan kasus Bendungan Tommo, Kabupaten Mamuju yang hingga kini belum menuai titik terang.

“Kasus Bendungan Tommo telah saya laporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta. Sayangnya, persoalan ini tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, termasuk aparat penegak hukum jika terjadi dugaan penyimpangan,” kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju saat itu.

Menurut dia, proyek pembangunan Bendungan Tommo ini diperjuangkan susah payah dengan harapan bisa menjawab persoalan yang dihadapi petani.

Namun, perjuangan mendapat anggaran bernilai miliaran itu sejak tahun 2009 lalu, kini terkesan hanya sia-sia karena belum dapat dimanfaatkan sebagaimana yang dikehendaki oleh petani yang ada di Mamuju.

“Sejak 2009 Bendungan Tommo dikerjakan untuk dijadikan sumber pengairan sawah petani di Mamuju. Namun sangat disesalkan sampai kini pekerjaan bendungan itu belum juga rampung. Malah kondisi irigasi Tommo ini ditumbuhi rumput dan telah banyak mengalami kerusakan. Itu `kan memprihatinkan karena telah banyak menguras dana rakyat dengan nilai miliaran rupiah,” tegasnya.

Kejati Sulbar menutup penyelidikan sejak 24 Januari 2020.

HARLY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here