Suraidah: Penjualan Pulau Malamber Merupakan Tamparan Keras Bagi Warga Sulbar

0
Ketua DPRD Sulbar,St Suraidah Suhardi
MAMUJU-Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi mengatakan, dengan adanya jual beli salah satu pulau yang ada di Kecamatan Balabalakang, merupakan tamparan keras bagi warga Sulaweis Barat.
“Ini merupakan tamparan keras bagi warga Sulbar, dimana seakan gampang sekali kita dibeli dan ini juga harus menjadi perhatian kita semua,” ucap Suraidah
Hal ini dikatakan ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama OPD terkait.
“Hari ini kita berkoordinasi dengan pihak OPD yakni BPN, Ortala, dan biro hukum pemprov Sulbar untuk membahas bagaimana penyelesaian permasalahan jual beli pulau ini. Tadi sudah disampaikan oleh Kabag Ortala sebagai tindak lanjut dari rapat hari ini,” kata Suraidah

Baca juga: DPRD Sulbar Gelar RDP Bersama OPD Sikapi Isu Dugaan Penjualan Pulau Malamber

Menurut Suraidah, adapun tindak lanjut dari rapat tersebut, Kabag Ortala akan melakukan pertemuan dengan pemkab Mamuju untuk menindaklanjuti permasalahan ini.
Pada intinya kita tidak inginkan wilayah Sulbar ini dikuasai oleh orang tertentu baik dari pengusaha. Adapun jika ada pengusaha yang dari luar yang ingin membeli lahan untuk investasi harus memenuhi syarat.
“Sudah disampaikan oleh dinas perikanan dan kelautan bahwa nanti menjadi kawasan konservasi jika memenuhi syarat seperti parwisata, karena kita menjaga habitat sekaligus menjadi pemasukan untuk Sulbar itu sendiri,” imbuh Suraidah

Baca juga: DPRD Sulbar Sayangkan Penjualan Salah Satu Pulau di Bala-balakang

Suraidah juga mengatakan, pemerintah tidak bisa sepenuhnya menyalahkan warga yang ada di Balabalang tersebut karena kita juga harus menyadari dan tahu diri bahwa perhatian kita untuk masyarakat Balabalakang ini sangat minus dan memang kurang perhatain.
“Kita bisa lihat contoh dimana kemarin mengadakan kapal Feri Mini namun hingga saat ini belum digunakan tapi sudah rusak. Saya rasa ini adalah perbuatan sia-sia padahal kita berharap untuk masyarakat Balabalakang bisa menikmati kapal Feri Mini ini,” tandas suraidah
Adapun kapal Feri Mini yang rusak sebelum beroperasi karena adanya oknum yang tidak bertanggungjawab.
Politisi partai demokrat ini menegasakan, agar kejadian ini menjadi PR bersama antara Pemrov Sulbar dan Pemkab Mamuju, dan koordinasinya bisa berjalan dengan baik.(Shir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here