Proyek Plat Duiker Milik KMP Diduga Dikerjakan Asal-Asalan Hingga Makan Korban.

0
Mamuju-Sejumlah Pengendara dan masayarakat setempat keluhkan atas pekerjaan Plat Duiker atau Gorong–Gorong yang dikerjakan Oleh PT. Karya Mandala Putra (KMP).
Dengan adanya keteledoran pekerja Plat Duiker yang ada di jalan raya poros Mamuju Kalukku tepatnya di Lingkungan Lengke dan Ampallas Kelurahan bebanga yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan pengendara jalan hingga mengalami kerugian barang pribadi.
Seperti yang dialami salah satu korban yakni Imanuddin, Pimpinan Media Mbs77Sulbar.com, mobilnya ringsek hingga 50 persen akibat Plat Duiker yang diduga dikerjakan secara asal asalan, sehingga mobil yang dari arah belakang menabrak mobil korban hingga terlempar dan melewati bahu jalan dan menabrak Tiang.
Kejadian ini bermula ketika mobil Agya berwarna merah yang dikendarai oleh Imanuddin berjalan perlahan di atas Plat Duiker. Karena besarnya lubang disisi pinggir Plat Dekker tersebut membuat mobil berjalan dengan extra hati-hati.
Namun naas, dari arah belakang sebuah mobil Pick Up yang bermuatan jeruk menabrak sikorban dari arah belakang pada Rabu malam, 1 Juni 2020.
Irham, yang merupakan warga setempat mengatakan, seringkali terjadi kecelakaan disini karena besarnya lubang disisi Plat Duiker dan tidak ditimbung oleh pekerja sehingga warga terpanggil untuk menimbung daripada pengendara sering celaka dan boleh dikata hampir setiap hari ada orang jatuh.
“Saya sangat sayangkan adanya pekerjaan sepertinya dikerja secara asal asalan sudah banyak korban disini namun belum ada perbaikan, terpaksa saya sendiri yang pergi menimbun dari pada korban terus berjatuhan. Mana lagi pekerjaan Talud penahan Air Plat Duiker diduga baru berjalan satu minggu sudah Roboh” Ucap Irham.
Sementara korban kecelakaan Imanuddin menegaskan, agar penyelenggara jalan wajib membenarkan jalan yang rusak serta memberikan tanda atau rambu untuk mencegah kecelakaan.
Ia juga mengatakan, dalam UU Lalu Lintas juga mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.
“Saya tegaskan kepada para pihak penyelenggara proyek agar bertanggungjawab atas kejadian yang telah menimpah pengendara termasuk diiri saya sebagai korbannya karena ini sudah jelas secara Konstitusi.”Tegas Imanuddin
Dalam penjelasannya, Imanuddin mengatakan, untuk kecelakaan dengan korban yang mengalami luka ringan, sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Apabila korban mendapatkan luka berat, akan dikenakan hukuman pidana maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 120 juta.
Hingga berita ini ditayangkan pihak perusahaan belum bisa ditemui dengan berbagai macam alasan. Imanuddin menduga tak ada niat baik bertemu untuk melakukan konfirmasi terkait Proyek tersebut.

Reporter: Iman

Editor : Shir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here