Biaya Persalinan Bidan Puskesmas dan Pustu Sudah Satu Tahun Tidak Dibayarkan

0

Mamuju-Biaya persalinan pengguna kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang seharusnya diberikan kepada para bidan yang ada di Puskesmas dan Pustu, sudah satu tahun belum terbayarkan.

Padahal, dana tersebut sudah dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ke Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Mantan kepala BPJS Kesehatan Mamuju, Nurwahida saat dikonfirmasi mengakui sudah mentransfer dana tersebut setiap pengklaiman dilakukan.

“Saya sudah tidak tugas di Mamuju sekarang, tapi selama saya bertugas disana, dana klaiman tersebut kami selalu bayarkan ke dinas kesehatan, karena prosedurnya memang seperti itu, tidak langsung ke puskesmas tapi melalui dinas kesehatan” ucap Wahida, Jumat (28/8/2020)

Bendahara dinas kesehatan kabupaten Mamuju Silahuddin, bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Burgan, membenarkan sudah satu tahun dana klaiman persalinan tersebut tidak dibayarkan ke bidan-bidan yang ada di Puskesmas dan Pustu.

“Agustus tahun 2019 sampai sekarang memang belum terbayarkan. Dananya ada di Kas daerah cuman tidak bisa diambil karena belanja pendapatan di DPA belum mencukupi” ucap Silahuddin, Jumat (

Silahuddin juga menyebutkan, pihaknya bahkan meminta pada anggaran perubahan namun tidak bisa. Olehnya itu, ia kembali mengajukan anggaran tahun 2021 untuk pembayaran tunggakan 2019.

“Kita sudah ajukan anggaran tahun 2021 sekitar 2,6 miliar. Semoga itu bisa menutupi tunggakan di tahun 2019” tuturnya

Pihak dinkes Mamuju mengatakan tidak ada pembayaran dana klaiman tersebut di tahun 2020 ini.

“Tidak ada pembayaran tahun ini. Mungkin awal bulan maret tahun 2021 baru bisa” sambung Silahuddin

Ditempat yang sama, kepala dinas kesehatan Mamuju, Dr Firmon menjelaskan, bahwa sejak Agustus 2019 sampai sekarang dana klaiman tersebut memang belum terbayarkan, sementara BPJS Kesehatan sudah mentransfer ke Pemda dalam hal ini Dinas kesehatan, tetapi dana tersebut tidak bisa dicairkan.

“Tapi tunggakan 2019 itu akan tetap menjadi utang kami. Ini sudah jelas karena dananya ada hanya saja tidak bisa kita cairkan”.tutup Dr Firmon (Sr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here