Dugaan Pungli di SMAN 1 Mamuju Sudah Biasa, Kepsek Baru Hanya Melanjutkan.

0
Mamuju-Kepala sekolah SMAN 1 Mamuju Hj. Halima bercerita terkait dugaan pungutan liar yang terjadi di sekolah.
Ia mengatakan, awalnya salah satu guru kontrak tersebut mengajukan ke Hj. Halima selaku kepala sekolah bahwa bagaimana persoalan tersebut dapat diatasi. Bahkan kepala sekolah dari awal sudah melarangnya.
“Awalnya memang saya larang, bahkan saya katakan terlalu mahal itu kalau seratus ribu per siswa. Namun guru kontrak ini mengatakan bahwa jika hanya lima puluh ribu tidak akan cukup, biasanya waktu tahun 2015 masih banyak lagi itu,” papar Halima
Maka dari itu, kepala sekolah mengiyakan dengan pesan agar siap menanggung jika ada ada hal-hal yang terjadi.
Makanya saya bilang, iya nah tapi kalau ada apa-apanya kamu tanggung nah” urainya, Selasa (2/9/2020).

Baca juga:  Terdesak Pembayaran Penulisan Ijazah, SMAN1 Mamuju Diduga Lakukan Pungli

Halima mengakui bahwa yang namanya pimpinan, baik buruknya anggota di lapangan itulah resiko kita.
Dugaan pungutan liar yang terjadi di sekolah SMAN 1 Mamuju terjadi karena desakan pihak penulisan ijazah. Sementara dana BOS sekolah sudah dihabiskan kepala sekolah sebelumnya.
Hj. Halima yang baru menjabat dua bulan lamanya kebingungan lantaran Kas sekolah kosong, padahal harus melunasi uang muka (DP) penulis ijazah sebanyak tiga juta dari total tujuh juta.
Pak Abidin ini mendesak sekali, dia minta uang muka (DP) senilai Rp 3 juta” paparnya
Kepala sekolah Hj. Halima menerangkan, bahwa pungutan seperti ini sudah sering terjadi di SMAN1 Mamuju sebelum ia bertugas di tempat tersebut, sehingga Halima selaku kepala sekolah yang baru menjabat dua bulan ini hanya melanjutkan kebiasan yang ada. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here